Photobucket
Untuk info
Lebih lanjut hub :
Vikki
087822280069
Investasi Pasti di Lokasi Emas!!! Jangan lewatkan kesempatan emas dalam berinvestasi!, UNIT TERBATAS. Segera miliki Hunian di Grand Asia Afrika Residence, untuk info lebih lanjut silahkan hubungi Vikki di 087822280069

Sabtu, 07 April 2012

Bandung Banjir Apartemen


Dikutip dari www.koran-jakarta.com

Tahun ini, pembangunan apartemen akan terus tumbuh dan bakal booming pada 2014 mendatang. Real Estate Indonesia (REI) Jawa Barat (Jabar) memperkirakan pertumbuhan unit hunian apartemen tahun ini dapat mencapai 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Apartemen akan terus tumbuh karena permintaannya yang juga tumbuh. Saya memprediksi akan terjadi pertumbuhan cukup tinggi hingga 20 persen," ujar Ketua REI Jabar, Yana Mulyana, belum lama ini.

Pertumbuhan apartemen di Bandung cukup tinggi karena pengembang properti saat ini mulai kesulitan mendapatkan lahan cukup luas untuk dibangun sebuah kompleks perumahan. Kalaupun ada, harga tanahnya sangat mahal sehingga harga jual rumah akan tinggi.

Apartemen lalu menjadi pilihan untuk dibangun. Selain karena terbatasnya lahan, harga jual apartemen dapat ditekan lebih murah dibandingkan rumah tapak (landed house). Apartemen yang dibangun di Bandung, menurut Yana, lebih banyak didominasi oleh apartemen untuk kelas menengah atas.

"Meski tidak menggunakan lahan luas, tetap saja harga tanah sudah sangat mahal sehingga membangun apartemen pun harganya harus disesuaikan, apalagi jika berlokasi di pusat Kota Bandung," ujar dia.

Harga apartemen yang dijual paling tidak mencapai 300 juta hingga 400 juta rupiah per unitnya, bergantung pada lokasi dan fasilitas di dalamnya. Namun, biasanya, harga itu hanya untuk harga jual pertama sebab setelah soft launching, harga apartemen akan ikut naik.

Yana menambahkan Pemerintah Kota Bandung pun kini sudah mulai kesulitan menyediakan lahan di perkotaan sehingga sejumlah pengembang mulai menggeser rencana pembangunan apartemen di pinggiran kota, terutama di wilayah timur dan selatan Bandung. Lahan, menurut dia, masih ada, namun milik pemerintah dan akan digunakan untuk membangun apartemen murah atau rumah susun sewa.

Karena itu, menurut dia, meski berada di pinggiran, harga apartemen yang lebih mirip disebut sebagai rumah susun pun masih tergolong lebih mahal dari rumah tapak, sekitar 200 juta rupiah. Di sini, pengembang apartemen masih harus bersaing dengan perumahan baru yang juga bermunculan. Kebetulan masyarakat lebih menyukai rumah tapak.

"Agak sulit bagi pengembang menjual apartemen di pinggiran kota sebab masih banyak kompleks perumahan. Tapi mudah menjual jika di perkotaan, terutama sekitar kampus, meski harganya sudah mahal."

Tingginya potensi pasar apartemen sebenarnya tidak hanya terjadi di Bandung, namun nyaris merata di beberapa daerah di Jabar dan masih menjadi momentum yang bagus bagi pengembang untuk terus menambah lokasi apartemennya.

Meski demikian, pengembang juga harus menjaga kepercayaan konsumen, terutama tenggat waktu pembangunan apartemen yang sering mundur. REI Jabar, menurutnya, sering menerima sejumlah pengaduan dari konsumen mengenai tidak selesainya pembangunan apartemen sesuai janji pengembang. "Harus diperhatikan agar kepercayaan konsumen terhadap apartemen bisa tetap dijaga."

PT Kagum Group yang sebelumnya bergerak dalam bidang FO dan hotel juga mulai aktif membangun apartemen dengan tingkat hunian kecil dan harga terjangkau. Misalnya Apartemen The Jardin yang berlokasi di pusat belanja jeans, Cihampelas. Pada saat peluncuran tahun 2011 lalu, harga apartemen ditawarkan cukup murah, sekitar 100 juta untuk unit paling kecil yang mirip kamar kos. Perusahaan ini juga mulai memasarkan apartemen di Jalan Asia Afrika Bandung dalam jumlah terbatas.

Wali Kota Bandung, Dada Rosada, menambahkan konsep rumah vertikal atau apartemen menjadi alternatif di tengah terbatasnya lahan. "Sulit membangun di tanah horizontal karena biayanya sudah mahal dan lahan terbatas," kata dia.

Menurut Dada, saat ini, pihaknya sudah mempersiapkan 16 titik lokasi yang bisa dibangun untuk rumah vertikal. Lokasi ini akan dialokasikan untuk pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dan rumah susun sederhana milik (rusunami) serta apartemen. Ia mengatakan pembangunannya akan dilakukan oleh pemerintah atau ditawarkan kepada pihak swasta.

0 komentar:

Poskan Komentar